BK–11 Februari 2026 – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar seminar yang diikuti puluhan guru BK jenjang SMA, SMK, dan MA se-Malang Raya. Kegiatan ini mengangkat tema “Kecerdasan Budaya Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Praktik Bimbingan dan Konseling” sebagai upaya mempererat kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan.
Seminar ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam praktik layanan konseling di sekolah. Melalui kegiatan ini, Prodi BK FIP Unikama berkomitmen memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan guru BK sebagai garda terdepan pendampingan peserta didik.
Dekan FIP Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta partisipasi aktif para guru BK. Ia menegaskan bahwa keberadaan guru BK memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kesejahteraan psikologis siswa.
Menurutnya, guru BK tidak hanya bertugas memberikan layanan konseling, tetapi juga menjadi figur pembimbing yang penuh empati, kesabaran, dan kepedulian terhadap perkembangan peserta didik di lingkungan sekolah.

Dalam sesi penyampaian sambutan oleh Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Ibu Leny Latifah, M.Pd. menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai lokal dalam praktik konseling, salah satunya melalui Pitutur Luhur Jawa “Urip Iku Urup.” Ia menjelaskan bahwa makna Luhur ungkapan tersebut adalah hidup yang memberi cahaya dan manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para guru BK agar senantiasa menebarkan semangat kebaikan, menghadirkan kepedulian, serta menjadi sumber inspirasi bagi siswa di sekolah masing-masing.
Seminar ini menghadirkan narasumber Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Ibu Laily Tiarani Soejanto, S.Psi., M.Pd. yang membahas pentingnya kecerdasan budaya (cultural intelligence) dalam praktik bimbingan dan konseling. Pendekatan ini dinilai relevan dalam menjawab tantangan generasi saat ini yang hidup dalam dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali strategi konkret untuk mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam layanan konseling sehari-hari. Para peserta berbagi pengalaman praktik di lapangan sekaligus mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam mendampingi siswa di era digital.
Melalui forum ini, Unikama tidak hanya memperkuat kapasitas profesional guru BK, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan model layanan konseling yang kontekstual dan berbasis budaya lokal masyarakat Malang.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan, sehingga layanan BK di sekolah semakin responsif terhadap kebutuhan psikologis, sosial, dan budaya siswa.
Seminar yang diselenggarakan Prodi BK FIP Unikama ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung penguatan ekosistem bimbingan dan konseling yang berkelanjutan. Dengan mengusung semangat “Urip Iku Urup” sebagaimana disampaikan oleh Ibu Leny Latifah, M.Pd., kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para guru BK di Malang Raya untuk terus berkarya, membimbing dengan hati, dan menghadirkan cahaya kebaikan bagi masa depan generasi muda.
Pendaftaran Mahasiswa baru dapat melalui link berikut: https://pmb.unikama.ac.id/
info lebih lanjut : Follow akun Instagram FIP @fip.unikama atau Tiktok @fip_unikama


